Fasal 73 dari 50
FASAL 73 At-Tarajjī

وَفِي الَّذِي يُرْجَى تَرَجٍّ لَعَلَّ ۞ هَلْ مِثْلُهَا وَنُكْتَةٌ بِهَا تُعَلَّ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَفِي الَّذِي يُرْجَى تَرَجٍّ لَعَلَّ ۞ هَلْ مِثْلُهَا وَنُكْتَةٌ بِهَا تُعَلَّ

Bacaan Latin

Wa fīlladzī yurjā tarajjin la‘alla ۞ hal mitsluhā wa nuktah bihā tu‘alla

Terjemah Literal

Dan pada sesuatu yang mungkin terjadi disebut Tarajji (menggunakan kata) La’alla. Kata Hal bisa menyerupainya karena ada rahasia (nuktah) di dalamnya.

Syarah Modern

Jika Tamanni untuk yang mustahil, maka **Tarajjī** adalah untuk hal yang sangat mungkin terjadi (Harapan). Kata kuncinya adalah **La’alla**. Jika kita menggunakan "Hal" (kata tanya) untuk berharap, itu berarti kita sedang menunjukkan betapa sangat rindu/inginnya kita pada hal tersebut.

Poin Kunci

1
Tarajji vs Tamanni
2
La’alla (Mungkin)
3
Nuktah (Rahasia Balaghah)

Kosakata Penting

Yurjā
Diharapkan (mungkin)
Tarajjin
Harapan nyata
Nuktah
Poin rahasia/Keindahan

Contoh Aplikatif

Contoh

La’allallāha yuḥditsu ba’da dzālika amrā
(Semoga Allah mengadakan sesudah itu suatu urusan yang baru).

Latihan Pemahaman - Fasal 73

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete