Fasal 51 dari 50
FASAL 51 Taqdīm al-Musnad

وَقُدِّمَا لِقَصْدِ حَصْرٍ وَنَبِهْ ۞ لِمَا مَضَى وَالْمُقْتَضَى قَدْ أَشْبَهْ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَقُدِّمَا لِقَصْدِ حَصْرٍ وَنَبِهْ ۞ لِمَا مَضَى وَالْمُقْتَضَى قَدْ أَشْبَهْ

Bacaan Latin

Wa quddimā liqashdi haṣrin wa nabih ۞ limā maḍhā wal muqtaḍhā qad asybah

Terjemah Literal

Dan (Musnad) didahulukan untuk maksud meringkas (hasyr/qashr), dan perhatikanlah alasan yang telah lewat (pada bab Musnad Ilaih) karena tuntutannya serupa.

Syarah Modern

Secara standar, predikat ada di belakang subjek. Jika ia didahulukan (Taqdim), fungsi utamanya adalah **Hasyr/Qashr** (Spesialisasi). Selain itu, alasan-alasan seperti mencari berkah (tabarruk), rasa senang (taladz-dzudz), atau kabar gembira juga berlaku di sini, sama seperti pembahasan pada Musnad Ilaih.

Poin Kunci

1
Taqdim Musnad
2
Hasyr/Qashr (Pembatasan)
3
Analogi dengan Musnad Ilaih

Kosakata Penting

Quddimā
Didahulukan
Haṣrin
Meringkas/Membatasi
Asybah
Serupa/Mirip

Contoh Aplikatif

Contoh

Lā fīhā ghoul
(Tidak ada di dalamnya [surga] bencana) - Mendahulukan 'fīhā' untuk menegaskan hanya surga yang bersih dari bencana.

Latihan Pemahaman - Fasal 51

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete