Fasal 50 dari 50
FASAL 50 Al-Musnad Isman

وَاسْمًا لِقَصْدِ الثُّبُتِ فِي الدَّوَامِ ۞ وَتَرْكُ تَقْيِيْدٍ بِوَقْتٍ سَامِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَاسْمًا لِقَصْدِ الثُّبُتِ فِي الدَّوَامِ ۞ وَتَرْكُ تَقْيِيْدٍ بِوَقْتٍ سَامِي

Bacaan Latin

Wasman liqashdits-tsubuti fid-dawāmi ۞ wa tarku taqyīdin biwaqtin sāmī

Terjemah Literal

Menjadikan (Musnad) berupa isim (kata benda) adalah dengan maksud menetapkan (tsubut) dalam keabadian, dan meninggalkan pembatasan dengan waktu yang tinggi.

Syarah Modern

Kebalikan dari fi'il, jika predikat berupa Isim, tujuannya adalah **Tsubūt** (Tetap/Permanen). Isim tidak terikat waktu, sehingga sifat yang disebutkan dianggap melekat selamanya pada subjek tersebut.

Poin Kunci

1
Fungsi Isim sebagai Musnad
2
Tsubūt (Permanen/Tetap)
3
Tidak Terikat Waktu

Kosakata Penting

Isman
Kata benda
Tsubūti
Tetap/Mantap
Dawāmi
Abadi/Terus-menerus

Contoh Aplikatif

Contoh

Zaid adalah pemberani
(Syujā') - menunjukkan sifat pemberani yang sudah mendarah daging, bukan hanya saat ini.

Latihan Pemahaman - Fasal 50

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete