Fasal 48 dari 50
FASAL 48 Ta’rīf wa Tankīr al-Musnad

وَكَوْنُهُ نَكِرَةً لِلْحُصْرِ ۞ فِيهِ وَتَعْرِيفٌ لِإِفَادَةِ قَصْرِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَكَوْنُهُ نَكِرَةً لِلْحُصْرِ ۞ فِيهِ وَتَعْرِيفٌ لِإِفَادَةِ قَصْرِ

Bacaan Latin

Wa kawnuhu nakiratan lil ḥuṣri ۞ fīhi wa ta‘rīfun li-ifādati qaṣri

Terjemah Literal

Menjadikan (Musnad) berupa nakirah adalah untuk membatasi (hukmiyah), dan menjadikannya ma’rifah adalah untuk memberikan faedah meringkas (qashr/spesialisasi).

Syarah Modern

Jika predikat berbentuk Nakirah (umum), tujuannya biasanya untuk menetapkan suatu hukum secara sederhana. Namun jika dijadikan Ma'rifah (khusus), ia berfungsi untuk **Qashr** (membatasi). Misalnya, menyatakan bahwa "Hanya dialah" yang memiliki sifat tersebut.

Poin Kunci

1
Musnad Nakirah
2
Musnad Ma'rifah
3
Faedah Qashr (Pembatasan)

Kosakata Penting

Nakiratan
Umum
Ta‘rīfun
Khusus
Qaṣri
Meringkas/Membatasi

Contoh Aplikatif

Contoh

'Zaid adalah sang pemberani'
(Ma'rifah) berarti tidak ada pemberani lain kecuali dia.

Latihan Pemahaman - Fasal 48

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete