Fasal 46 dari 50
FASAL 46 Hadzf al-Musnad

حَذْفٌ لَهُ لِنَيْلِ الِاخْتِصَارِ ۞ أَوْ لِاحْتِرَازٍ اوْ لِاضْطِرَارِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

حَذْفٌ لَهُ لِنَيْلِ الِاخْتِصَارِ ۞ أَوْ لِاحْتِرَازٍ اوْ لِاضْطِرَارِ

Bacaan Latin

Ḥadzfun lahu linaylil ikhtiṣāri ۞ aw liḥtirāzin aw liḍh-tirāri

Terjemah Literal

Membuang (Musnad) dilakukan untuk mendapatkan ringkasan (ikhtishar), atau untuk waspada (ihtiraz), atau karena terpaksa (peraturan syair/rima).

Syarah Modern

Sama seperti subjek, predikat juga bisa dibuang. Alasan utamanya adalah: 1. **Ikhtishar**: Menghindari pengulangan yang tidak perlu jika sudah dimengerti. 2. **Ihtiraz**: Menghindari salah paham. 3. **Idhtirar**: Kebutuhan darurat dalam persajakan atau rima agar kalimat tetap indah didengar.

Poin Kunci

1
Hadzf Musnad (Predikat)
2
Ikhtishar (Meringkas)
3
Idhtirar (Darurat Syair)

Kosakata Penting

Ikhtiṣāri
Meringkas
Iḥtirāzin
Waspada
Liḍh-tirāri
Terpaksa/Darurat

Contoh Aplikatif

Contoh

Jika ditanya 'Siapa yang datang?', dijawab 'Zaid'. Kata 'datang' dibuang karena sudah dimaklumi.

Latihan Pemahaman - Fasal 46

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete