Fasal 43 dari 50
FASAL 43 Taqdīm al-Musnad Ilaih

تَخْصِيْصٍ اوْ رَدٍّ عَلَى مَنْ زَعَمَا ۞ شِرْكَةً اوْ سِوَاهُ مِمَّا عُلِمَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

تَخْصِيْصٍ اوْ رَدٍّ عَلَى مَنْ زَعَمَا ۞ شِرْكَةً اوْ سِوَاهُ مِمَّا عُلِمَا

Bacaan Latin

Takhṣīṣin aw raddin ‘alā man za‘amā ۞ syirkatan aw siwāhu mimmā ‘ulimā

Terjemah Literal

...untuk mengkhususkan (takhshish), atau membantah orang yang menyangka adanya persekutuan (dalam perbuatan), atau tujuan lain yang telah diketahui.

Syarah Modern

Salah satu fungsi terpenting Taqdim adalah **Takhshish** atau **Qashr**. Mendahulukan subjek di depan predikat (yang biasanya didahului nafi) berfungsi membatasi bahwa hanya subjek itulah yang melakukan perbuatan tersebut, sekaligus membantah anggapan bahwa ada orang lain yang ikut melakukannya.

Poin Kunci

1
Takhshish (Pengkhususan)
2
Radd (Bantahan)
3
Meniadakan Sekutu Perbuatan

Kosakata Penting

Takhṣīṣin
Mengkhususkan
Za‘amā
Menyangka/Menduga
Syirkatan
Persekutuan/Andil

Contoh Aplikatif

Contoh

Mā ana qultu hadza
(Bukan aku yang mengatakan ini) - Menekankan bahwa tuduhan itu salah alamat.

Latihan Pemahaman - Fasal 43

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete