Fasal 40 dari 50
FASAL 40 Taqdīm al-Musnad Ilaih

وَقُدِّمَا لِكَوْنِهِ الْأَصْلَ وَلَا ۞ لِتَمَكُّنٍ لَدَى الذِّهْنِ انْجَلَى Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَقُدِّمَا لِكَوْنِهِ الْأَصْلَ وَلَا ۞ لِتَمَكُّنٍ لَدَى الذِّهْنِ انْجَلَى

Bacaan Latin

Wa quddimā likawnihil ashla walā ۞ litamakkunin ladadz-dzihni-njalā

Terjemah Literal

Dan (Musnad Ilaih) didahulukan karena ia adalah hukum asal (posisi aslinya), dan agar ia mantap serta jelas di dalam pikiran (pendengar).

Syarah Modern

Bait ini memulai pembahasan Taqdim (mendahulukan kata). Secara standar, subjek memang di depan. Namun secara balaghah, menaruh subjek di depan bertujuan agar identitas subjek tersebut langsung **Tamakkun** (menancap kuat) di pikiran pendengar sejak awal kalimat, sehingga informasi selanjutnya tinggal mengikuti.

Poin Kunci

1
Hukum Asal Taqdim
2
Tamakkun (Memantapkan di Pikiran)
3
Prioritas Informasi

Kosakata Penting

Quddimā
Didahulukan
Al-Ashla
Asal/Dasar
Tamakkunin
Kemantapan/Kekuatan
Idz-Dzihni
Pikiran/Benak

Contoh Aplikatif

Contoh

Allahu yaghfiru
(Allah mengampuni) - Mendahulukan lafadz Allah agar perhatian tertuju pada Sang Pengampun sebelum menyebutkan perbuatannya.

Latihan Pemahaman - Fasal 40

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete