Fasal 30 dari 50
FASAL 30 Ta’rīf bi al-Isyārah

وَبِالْإِشَارَةِ لِقَصْدِ الْبُعْدِ ۞ أَوْ قُرْبٍ اوْ تَعْظِيمٍ اوْ لِلزَّهْدِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَبِالْإِشَارَةِ لِقَصْدِ الْبُعْدِ ۞ أَوْ قُرْبٍ اوْ تَعْظِيمٍ اوْ لِلزَّهْدِ

Bacaan Latin

Wa bil isyārati liqashdil bu‘di ۞ aw qurbin aw ta‘zhīmin aw lizzahdi

Terjemah Literal

Dan dengan kata tunjuk (Ism Isyarah) tujuannya untuk menunjukkan jauh, dekat, memuliakan, atau untuk menghina/merendahkan (zahdi).

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan strategi menggunakan kata tunjuk seperti "Ini" (Hadza) atau "Itu" (Dzalika). Selain fungsi spasial (jarak), secara balaghah "Itu" bisa digunakan untuk memuliakan (sesuatu yang derajatnya tinggi/jauh di atas) atau menghina (sesuatu yang dibuang jauh). Sebaliknya, "Ini" bisa menunjukkan kedekatan hati atau sesuatu yang dianggap remeh.

Poin Kunci

1
Retorika Ism Isyarah
2
Memuliakan dengan jarak (Bu'du)
3
Menghina dengan jarak (Zahdi)

Kosakata Penting

Al-Isyārati
Kata tunjuk
Bu‘di
Jauh
Qurbin
Dekat
Zahdi
Hina/Zuhud (tidak bernilai)

Contoh Aplikatif

Contoh

Al-Quran menggunakan 'Dzalika-l Kitab'
(Itu adalah Kitab) untuk menunjukkan betapa agung dan tingginya derajat Al-Quran.

Latihan Pemahaman - Fasal 30

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete