Fasal 31 dari 50
FASAL 31 Ta’rīf bi al-Maushūliyyah

وَبِالْمَوْصُوْلِ لِلتَّنْبِيْهِ أَوْ ۞ كَرَاهَةِ اسْمٍ أَوْ تَعَظُّمٍ رَأَوْا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَبِالْمَوْصُوْلِ لِلتَّنْبِيْهِ أَوْ ۞ كَرَاهَةِ اسْمٍ أَوْ تَعَظُّمٍ رَأَوْا

Bacaan Latin

Wa bil mawshūli littanbīhi aw ۞ karāhatis-min aw ta‘azh-zhumin ra-aw

Terjemah Literal

Dan dengan kata sambung (Ism Maushul) tujuannya adalah untuk peringatan (tanbih), atau karena benci menyebut nama asli, atau untuk mengagungkan (tafkhim/ta'zhumin).

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan alasan penggunaan Ism Maushul (seperti *Alladzi*). 1. **Tanbih**: Mengingatkan pendengar akan sifat subjek. 2. **Karāhah**: Menyembunyikan nama asli karena benci atau alasan keamanan. 3. **Ta'azh-zhum**: Menunjukkan keagungan atau bahkan kengerian sesuatu tanpa menyebut detailnya agar imajinasi pendengar bermain.

Poin Kunci

1
Fungsi Ism Maushul
2
Tanbih (Peringatan)
3
Karahah (Kebencian)
4
Tafkhim (Mengagungkan/Mengerikan)

Kosakata Penting

Al-Mawshūli
Kata sambung
Tanbīhi
Peringatan/Gugahan
Karāhati
Benci/Tidak suka
Ta‘azh-zhumin
Mengagungkan

Contoh Aplikatif

Contoh

Alladzi ja'a bil haqqi
(Dia yang datang membawa kebenaran) - Menggunakan 'Alladzi' untuk menekankan sifat kebenarannya.

Latihan Pemahaman - Fasal 31

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete