Fasal 29 dari 50
FASAL 29 Ta’rīf bi al-Idhmār

وَالْمُضْمَرُ الْإِقَامَةُ فِي مَقَامِ ۞ تَكَلُّمٍ أَوْ غَيْبَةٍ أَوْ سَامِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَالْمُضْمَرُ الْإِقَامَةُ فِي مَقَامِ ۞ تَكَلُّمٍ أَوْ غَيْبَةٍ أَوْ سَامِي

Bacaan Latin

Wal mudhmarul iqāmatu fī maqāmi ۞ takallumin aw ghaibatin aw sāmī

Terjemah Literal

Dan kata ganti (Dhamir) digunakan untuk menempati posisi pembicara (mutakallim), orang ketiga (ghaib), atau pendengar (mukhatab).

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan fungsi dasar Dhamir. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan konteks: apakah ingin menunjukkan diri sendiri (Ana), orang yang diajak bicara (Anta), atau orang yang tidak ada di tempat (Huwa). Ini adalah bentuk paling ringkas dalam identifikasi subjek.

Poin Kunci

1
Penggunaan Dhamir
2
Mutakallim, Mukhatab, Ghaib
3
Efisiensi rujukan

Kosakata Penting

Al-Mudhmari
Kata ganti/Dhamir
Takallumin
Pembicara
Ghaibatin
Orang ketiga
Sāmī
Pendengar (Sami')

Contoh Aplikatif

Contoh

Menggunakan 'Aku'
(Ana) untuk menunjukkan tanggung jawab langsung atas suatu perbuatan.

Latihan Pemahaman - Fasal 29

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete