Fasal 27 dari 50
FASAL 27 Dzikr al-Musnad Ilaih

ذِكْرٌ لِتَعْظِيمٍ وَتَحْقِيرٍ وَمَا ۞ سِوَاهُمَا كَبَسْطِ عُذْرٍ فَهِمَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

ذِكْرٌ لِتَعْظِيمٍ وَتَحْقِيرٍ وَمَا ۞ سِوَاهُمَا كَبَسْطِ عُذْرٍ فَهِمَا

Bacaan Latin

Dzikrun lita‘zhīmin wa taḥqīrin wa mā ۞ siwāhumā kabasthi ‘udzrin fahamā

Terjemah Literal

Menyebutkan (Musnad Ilaih) tujuannya untuk mengagungkan, menghina, atau tujuan lain seperti memperjelas alasan (udzur), maka pahamilah.

Syarah Modern

Jika sebelumnya dibuang, bait ini menjelaskan alasan subjek wajib disebut (Dzikr). Tujuannya bisa untuk **Ta'zhīm** (Memuliakan), **Tahqīr** (Menghina/Merendahkan), atau **Basthul Kalam** (Memperpanjang pembicaraan) karena saking senangnya menyebut nama tersebut.

Poin Kunci

1
Alasan Dzikr (Penyebutan Subjek)
2
Ta'zhim & Tahqir
3
Basthul Kalam (Retorika Panjang)

Kosakata Penting

Dzikrun
Penyebutan
Ta‘zhīmin
Mengagungkan
Taḥqīrin
Menghina
Basthi
Membentangkan/Memperpanjang

Contoh Aplikatif

Contoh

Menyebut 'Ustadz Zaid datang'
(padahal bisa bilang 'dia datang') untuk memuliakan jabatan Ustadz-nya.

Latihan Pemahaman - Fasal 27

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete