Fasal 26 dari 50
FASAL 26 Hadzf al-Musnad Ilaih

حَذْفٌ لِاحْتِرَازٍ اوْ جَرْيٍ عَلَى ۞ تَعَامُلٍ أَوْ صَوْنٍ اوْ لِنَيْلِ لَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

حَذْفٌ لِاحْتِرَازٍ اوْ جَرْيٍ عَلَى ۞ تَعَامُلٍ أَوْ صَوْنٍ اوْ لِنَيْلِ لَا

Bacaan Latin

Hadzfun lihtirāzin aw jaryin ‘alā ۞ ta‘āmulun aw sawnin aw linaili lā

Terjemah Literal

Membuang (Musnad Ilaih) dilakukan karena untuk waspada (ihtiraz), atau mengikuti kebiasaan, atau menjaga (kehormatan), atau untuk mendapatkan tujuan lain (seperti meringkas).

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan alasan mengapa subjek dalam kalimat dibuang. Di antaranya: 1. **Ihtiraz**: Menghindari salah paham jika disebut. 2. **Ta'amul**: Sudah menjadi kebiasaan atau sudah dimaklumi. 3. **Sawn**: Menjaga lisan agar tidak menyebut nama yang tidak pantas, atau menjaga nama seseorang agar tidak tercemar.

Poin Kunci

1
Alasan Hadzf (Membuang Subjek)
2
Efisiensi Bahasa (Ikhtishar)
3
Menjaga Nama/Konteks

Kosakata Penting

Hadzfun
Pembuangan/Penghapusan
Ihtirāzin
Waspada/Menghindari
Sawnin
Penjagaan/Memelihara

Contoh Aplikatif

Contoh

Menyebut 'Fāsiq!'
(Orang fasik!) tanpa menyebut namanya, untuk menghina tanpa perlu menyebut subjek secara eksplisit.

Latihan Pemahaman - Fasal 26

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete