Fasal 229 dari 50
FASAL 229 Tarku al-Mirā’

وَلَا تُبَاهِ بِالَّذِي عُلِّمْتَا ۞ وَلَا تُمَارِ مَنْ بِهِ بُلِيْتَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَلَا تُبَاهِ بِالَّذِي عُلِّمْتَا ۞ وَلَا تُمَارِ مَنْ بِهِ بُلِيْتَا

Bacaan Latin

Walā tubāhi billadzī ‘ullimtā ۞ walā tumāri man bihi bulītā

Terjemah Literal

Janganlah kamu berbangga diri dengan apa yang telah diajarkan kepadamu, dan janganlah berdebat dengan orang yang (dengan perdebatan itu) kamu diuji.

Syarah Modern

Tasawuf melarang **Mubahah** (pamer ilmu) dan **Mira’** (debat kusir). Syaikh al-Akhdari berpesan: gunakan Balaghah-mu untuk menyampaikan kebenaran, bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih hebat dalam berargumen.

Poin Kunci

1
Anti-Riya
2
No Debate
3
Tawadhu Ilmu

Kosakata Penting

Tubāhi
Membanggakan diri
Tumāri
Berdebat kusir

Contoh Aplikatif

Pesan

Ilmu itu untuk diamalkan, bukan untuk diperlombakan.

Latihan Pemahaman - Fasal 229

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete