Fasal 203 dari 50
FASAL 203 Al-Ibtidzāl (Menghindari Kata Pasaran)

وَعَنْ تَعَقُّدٍ وَعَنْ تَبَذُّلِ ۞ فِي مَعْنًى اوْ فِي لَفْظٍ اوْ فِي مَعْمَلِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَعَنْ تَعَقُّدٍ وَعَنْ تَبَذُّلِ ۞ فِي مَعْنًى اوْ فِي لَفْظٍ اوْ فِي مَعْمَلِ

Bacaan Latin

Wa ‘an ta‘aqqudin wa ‘an tabadz-dzuli ۞ fī ma‘nan aw fī lafzhin aw fī ma‘mali

Terjemah Literal

Dan (suci) dari Ta'qid (kerumitan yang membingungkan) dan dari Ibtidzal (kata-kata pasaran yang murahan) baik pada makna, lafadz, maupun penggunaannya.

Syarah Modern

Jangan bikin kalimat yang terlalu ruwet sampai orang pening (*Ta'qid*), tapi jangan juga pakai kata yang terlalu "receh" atau pasaran banget (*Ibtidzal*) sampai hilang wibawanya. Carilah titik tengah: Mewah tapi bisa dipahami.

Poin Kunci

1
Ta’qid (Complexity)
2
Ibtidzal (Vulgarity)
3
Wibawa Bahasa

Kosakata Penting

Ta‘aqqudin
Kerumitan
Tabadz-dzuli
Murahan/Pasaran

Contoh Aplikatif

Analogi

Bahasa itu seperti pakaian. Jangan terlalu ribet pakai aksesoris, tapi jangan juga cuma pakai kaos singlet di acara resmi.

Latihan Pemahaman - Fasal 203

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete