Fasal 156 dari 50
FASAL 156 Al-Istidrā’

اِسْتِدْرَاءٌ اَنْ تُقَدِّمَ ذِكْرَا ۞ لِمَا يُظَنُّ بِهِ الْغَيْرُ جَهْرَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

اِسْتِدْرَاءٌ اَنْ تُقَدِّمَ ذِكْرَا ۞ لِمَا يُظَنُّ بِهِ الْغَيْرُ جَهْرَا

Bacaan Latin

Istidrā-un an tuqaddima dzikrā ۞ limā yuzhannu bihil ghairu jahrā

Terjemah Literal

Istidra’ adalah kamu mendahulukan penyebutan sesuatu yang disangka oleh orang lain sebagai hal yang berbeda secara terang-terangan.

Syarah Modern

Istidra’ adalah teknik "pancingan". Kamu sengaja menyebutkan sesuatu di awal agar audiens menebak-nebak atau salah sangka, baru kemudian kamu buka fakta sebenarnya. Ini menciptakan efek kejutan (suspense) yang sangat disukai dalam storytelling.

Poin Kunci

1
Istidra’
2
Suspense
3
Pancingan Makna

Kosakata Penting

Tuqaddima
Mendahulukan
Yuzhannu
Disangka/Diduga

Contoh Aplikatif

Contoh

Dia datang membawa benda tajam...
(audiens tegang)... ternyata itu adalah pena untuk menulis ilmu.

Latihan Pemahaman - Fasal 156

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete