Fasal 15 dari 50
FASAL 15 Fungsi Ilmu Ma’āni

فَالْأَوَّلُ الصَّوْنُ عَنِ الْخَطَأِ فِي ۞ تَعْبِيْرِ مَا يُرِيْدُ لِلْمُقْتَضَى فِى Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

فَالْأَوَّلُ الصَّوْنُ عَنِ الْخَطَأِ فِي ۞ تَعْبِيْرِ مَا يُرِيْدُ لِلْمُقْتَضَى فِى

Bacaan Latin

Fal-awwalu ash-shawnu ‘anil khatha-i fī ۞ ta‘bīri mā yurīdu lil muqtaḍā fī

Terjemah Literal

Maka yang pertama (Ilmu Ma’ani) adalah menjaga dari kesalahan dalam mengungkapkan apa yang diinginkan (oleh pembicara) sesuai dengan tuntutan keadaan.

Syarah Modern

Bait ini menegaskan urgensi Ilmu Ma’ani. Fungsinya adalah sebagai "benteng" agar seseorang tidak salah dalam mengekspresikan maksud hatinya. Tanpa ilmu ini, seseorang mungkin berbicara panjang lebar kepada orang yang sudah paham, atau berbicara terlalu singkat kepada orang yang butuh penjelasan detail—yang mana keduanya adalah sebuah "kesalahan" dalam perspektif Balaghah.

Poin Kunci

1
Tujuan Ilmu Ma’ani
2
Menjaga lisan dari kesalahan konteks
3
Kaitan antara Maksud (Iradah) dan Situasi (Muqtadha)

Kosakata Penting

Ash-Shawnu
Penjagaan/Memelihara
Al-Khatha-i
Kesalahan
Ta’bīri
Pengungkapan/Ekspresi
Mā Yurīdu
Apa yang diinginkan (maksud)

Contoh Aplikatif

Analogi

Ilmu Ma'ani adalah seperti GPS bagi seorang sopir; ia memastikan rute yang diambil sesuai dengan tujuan dan kondisi jalanan saat itu.

Latihan Pemahaman - Fasal 15

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete