Fasal 134 dari 50
FASAL 134 Ḥusnu al-I‘tirādh

حُسْنُ اِعْتِرَاضٍ جُمْلَةٌ أَوْ أَكْثَرُ ۞ بَيْنَ مُتَلَازِمَيْنِ مَعْنًى يُؤْثَرُ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

حُسْنُ اِعْتِرَاضٍ جُمْلَةٌ أَوْ أَكْثَرُ ۞ بَيْنَ مُتَلَازِمَيْنِ مَعْنًى يُؤْثَرُ

Bacaan Latin

Ḥusnu i‘tirādhin jumlatan aw aktsaru ۞ baina mutalāzimaini ma‘nan yu-tsaru

Terjemah Literal

Husnu I’tiradh adalah menyisipkan satu kalimat atau lebih di antara dua hal yang saling berkaitan demi makna yang dipilih.

Syarah Modern

Teknik "kalimat dalam kurung". Kita menyisipkan informasi atau doa di tengah kalimat utama. Sisipan ini tidak merusak struktur tapi justru menambah kekuatan emosional atau penjelasan penting.

Poin Kunci

1
I’tiradh (Parenthesis)
2
Kalimat Sisipan
3
Kekuatan Makna

Kosakata Penting

I‘tirādhin
Sanggahan/Sisipan
Mutalāzimaini
Dua hal yang berkaitan

Contoh Aplikatif

Contoh

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan—Maha Suci Dia—padahal bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai.
(Kata 'Maha Suci Dia' adalah I'tiradh).

Latihan Pemahaman - Fasal 134

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete