Fasal 13 dari 50
FASAL 13 Balāghah al-Mutakallim

مَعْ فَصَاحَةٍ وَبَالِغٌ تَلَا ۞ فِي ذَاكَ مَلَكَةٌ بِهَا قَدِ انْجَلَى Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

مَعْ فَصَاحَةٍ وَبَالِغٌ تَلَا ۞ فِي ذَاكَ مَلَكَةٌ بِهَا قَدِ انْجَلَى

Bacaan Latin

Ma‘ fashāḥatin wa bālighun talā ۞ fī dzāka malakatun bihā qadi-njalā

Terjemah Literal

Serta dengan (syarat) kefasihan, dan seorang yang baligh (mencapai derajat balaghah) mengikuti hal itu; ia adalah sebuah bakat (malakah) yang dengannya (maksud hati) menjadi jelas.

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan bahwa Balaghah bagi seorang pembicara (Mutakallim) adalah "Malakah" atau kemampuan insting yang mendalam untuk menyusun perkataan yang fasih serta sesuai dengan tuntutan keadaan (Muqtaḍā al-Ḥāl). Jadi, predikat "Baligh" hanya diberikan kepada orang yang ucapannya benar secara kaidah (fasih) dan tepat secara sasaran (baligh).

Poin Kunci

1
Syarat Balaghah Mutakallim: Harus Fasih
2
Kemampuan mengungkapkan maksud secara jelas (Injala)
3
Balaghah sebagai bakat yang terasah (Malakah)

Kosakata Penting

Ma’ fashāḥatin
Beserta kefasihan
Bālighun
Orang yang baligh
Talā
Mengikuti/Mencapai
Injalā
Menjadi jelas/terungkap

Contoh Aplikatif

Analogi

Seorang koki yang Baligh bukan hanya tahu resep yang enak
(Fashih), tapi tahu kapan harus menyajikan makanan pedas atau manis sesuai selera tamu yang datang (Muqtadha al-Hal).

Latihan Pemahaman - Fasal 13

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete