Fasal 114 dari 50
FASAL 114 At-Ta‘rīdh

وَمِنْهُ تَعْرِيضٌ وَمَا اسْتُعْمِلَ فِي ۞ مَعْنًى لِأَجْلِ غَيْرِهِ قَدْ نُفِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَمِنْهُ تَعْرِيضٌ وَمَا اسْتُعْمِلَ فِي ۞ مَعْنًى لِأَجْلِ غَيْرِهِ قَدْ نُفِي

Bacaan Latin

Wa minhu ta‘rīdhun wa mā-stu‘mila fī ۞ ma‘nan li-ajli ghairihi qad nufī

Terjemah Literal

Dan di antaranya ada Ta’ridh, yaitu (lafadz) yang digunakan dalam satu makna namun tujuannya untuk (menyindir) selainnya yang dinafikan.

Syarah Modern

Ta’ridh adalah level tertinggi dari sindiran. Ini adalah menyindir seseorang dengan membicarakan orang lain atau diri sendiri di depannya. Misal: "Aku sih orangnya jujur, nggak suka bohong" (diucapkan di depan orang yang baru saja ketahuan bohong).

Poin Kunci

1
Ta’ridh (Innuendo)
2
Sindiran Tidak Langsung
3
Psikologi Komunikasi

Kosakata Penting

Ta‘rīdhun
Sindiran/Isyarat miring
Li-ajli
Demi/Untuk tujuan

Contoh Aplikatif

Pesan

Ta’ridh jauh lebih menyakitkan daripada cacian langsung karena ia menyerang mental melalui logika.

Latihan Pemahaman - Fasal 114

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete