Fasal 106 dari 50
FASAL 106 Al-Isti‘ārah

وَهِيَ حَيْثُ مَنْعُ وَضْعٍ قَدْ جُلِي ۞ لِشَبَهٍ لَا غَيْرِ فَالْبَحْثُ يَلِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَهِيَ حَيْثُ مَنْعُ وَضْعٍ قَدْ جُلِي ۞ لِشَبَهٍ لَا غَيْرِ فَالْبَحْثُ يَلِي

Bacaan Latin

Wa hiya ḥaytsu man‘u wad-’in qad julī ۞ lisyabahin lā ghairi falbaḥtsu yalī

Terjemah Literal

Dan ia (Isti’arah) adalah ketika penghalang makna asli telah jelas karena adanya penyerupaan (syabah), bukan yang lain (bukan hubungan lain). Maka pembahasan berikut akan menyusul.

Syarah Modern

Isti’arah adalah "puncak" dari Tasybih. Bedanya, dalam Isti’arah, salah satu dari rukun Tasybih (Musyabbah atau Musyabbah Bih) dibuang. Kita meminjam kata secara total. Jika Majaz Mursal hubungannya luas (tempat, waktu, sebab), maka Isti’arah KHUSUS untuk hubungan penyerupaan.

Poin Kunci

1
Definisi Isti’arah
2
Hubungan Penyerupaan
3
Metafora

Kosakata Penting

Lisyabahin
Karena penyerupaan
Lā ghairi
Bukan yang lain
Yalī
Mengikuti/Menyusul

Contoh Aplikatif

Analogi

Tasybih: Zaid seperti singa. Isti’arah: Aku melihat singa berpidato
(Singa dipinjam untuk menyebut Zaid).

Latihan Pemahaman - Fasal 106

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete