Fasal 54 dari 50
FASAL 54 Taqyid bi Lau

وَفِي لَوْ الِامْتِنَاعُ لِلِامْتِنَاعِ ۞ وَالْحَذْفُ لِلْمَفْعُوْلِ لِلِانْدِفَاعِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَفِي لَوْ الِامْتِنَاعُ لِلِامْتِنَاعِ ۞ وَالْحَذْفُ لِلْمَفْعُوْلِ لِلِانْدِفَاعِ

Bacaan Latin

Wa fī lawil imtinā‘u lil-imtinā‘i ۞ wal hadzfu lil maf‘ūli lil indifā‘i

Terjemah Literal

Dan pada kata (Lau) maknanya adalah tercegah karena tercegah (pengandaian yang tidak terjadi), dan membuang objek (maf'ul) dilakukan untuk tujuan penolakan/umum.

Syarah Modern

1. **Lau**: Digunakan untuk pengandaian masa lalu yang sudah tidak mungkin terjadi (*Imtina' li al-Imtina'*). 2. Bait ini juga mulai menyinggung tentang membuang objek (Hadzf al-Maf'ul) yang tujuannya untuk menunjukkan bahwa perbuatan tersebut berlaku umum tanpa terbatas pada satu objek saja.

Poin Kunci

1
Lau (Imtina' li al-Imtina')
2
Hadzf al-Maf'ul (Membuang Objek)
3
Generalisasi Perbuatan

Kosakata Penting

Imtinā‘u
Tercegah/Tidak terjadi
Indifā‘i
Penolakan/Kesan luas

Contoh Aplikatif

Contoh Lau

Lau kana fihima alihatun...
(Andai di bumi/langit ada tuhan selain Allah...) - Kenyataannya tidak ada, maka hancurnya bumi pun tidak terjadi.

Latihan Pemahaman - Fasal 54

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete