Fasal 37 dari 50
FASAL 37 ‘Aṭhaf al-Bayān

وَعُطِفَا بَيَانًا اوْ بَدَلًا لِاِيـ ۞ ضَاحٍ بِكُنْيَةٍ وَنَحْوِهَا جُلِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَعُطِفَا بَيَانًا اوْ بَدَلًا لِاِيـ ۞ ضَاحٍ بِكُنْيَةٍ وَنَحْوِهَا جُلِي

Bacaan Latin

Wa ‘uthifā bayānan aw badalan li-ī ۞ dhāḥin bikunyatin wa naḥwihā julī

Terjemah Literal

Dan (Musnad Ilaih) di-’athaf-kan (disambung) secara bayan atau badal untuk memperjelas, dengan menggunakan kunyah (nama panggilan) atau sejenisnya agar menjadi terang.

Syarah Modern

Bait ini membahas penggunaan 'Athaf Bayan atau Badal (kata ganti setara). Tujuannya adalah untuk **Idhah** (memperjelas) siapa subjek tersebut. Seringkali digunakan nama julukan (kunyah) setelah nama asli, atau sebaliknya, agar pendengar tidak ragu lagi tentang identitas subjek yang dibicarakan.

Poin Kunci

1
Fungsi 'Athaf Bayan dan Badal
2
Idhah (Memperjelas)
3
Penggunaan Kunyah (Julukan)

Kosakata Penting

‘Uthifā
Disambungkan
Bayānan
Penjelasan
Badalan
Pengganti
Kunyatin
Nama panggilan (seperti Abu...)

Contoh Aplikatif

Contoh

Aqsama billahi Abu Hafshin ‘Umar
(Telah bersumpah demi Allah, Abu Hafsh [yaitu] Umar) - Abu Hafsh diperjelas dengan nama Umar.

Latihan Pemahaman - Fasal 37

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete