Fasal 22 dari 50
FASAL 22 Majāz ‘Aqlī

وَمِنْهُ مَجَازٌ عَقْلِيٌّ نُسِبْ ۞ لِغَيْرِ مَا لَهُ لَدَى مُلَابِسِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَمِنْهُ مَجَازٌ عَقْلِيٌّ نُسِبْ ۞ لِغَيْرِ مَا لَهُ لَدَى مُلَابِسِ

Bacaan Latin

Wa minhu majāzun ‘aqliyyun nusib ۞ li-ghairi mā lahu ladā mulābisi

Terjemah Literal

Dan di antaranya adalah Majaz Aqli, yaitu (perbuatan) yang disandarkan kepada selain (pelaku) yang sebenarnya karena adanya hubungan (keterikatan).

Syarah Modern

Bait ini mendefinisikan Majaz Aqli. Ini bukan majaz pada kata (seperti metafora "singa" untuk pemberani), melainkan majaz dalam "penyandaran" (isnad). Kita menyandarkan suatu pekerjaan bukan kepada pelaku aslinya, tapi kepada hal yang berkaitan dengannya (seperti waktu, tempat, atau sebab).

Poin Kunci

1
Definisi Majaz Aqli
2
Penyandaran (Isnad) Metaforis
3
Adanya Mulabis (Keterikatan)

Kosakata Penting

Nusib
Disandarkan
Lighairi Mā Lahu
Kepada selain pemilik aslinya
Mulābisi
Hubungan/Keterkaitan

Contoh Aplikatif

Contoh

Kalimat 'Musim semi menumbuhkan rumput.' Secara logika
(aqli), Allah-lah yang menumbuhkan, tapi disandarkan ke musim semi sebagai waktu kejadiannya.

Latihan Pemahaman - Fasal 22

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete