Fasal 20 dari 50
FASAL 20 Hukum Taukid al-Khabar

وَلِخَلِيِّ الذِّهْنِ حَتْمًا يُؤْتَى ۞ بِالْخَبَرِ الْخَالِي عَنِ التَّوْكِيْدِ شَتَّى Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَلِخَلِيِّ الذِّهْنِ حَتْمًا يُؤْتَى ۞ بِالْخَبَرِ الْخَالِي عَنِ التَّوْكِيْدِ شَتَّى

Bacaan Latin

Wa likhaliyyidz-dzihni hatman yu’tā ۞ bil khabaril khālī ‘anit-tawkīdi syattā

Terjemah Literal

Dan untuk orang yang kosong pikirannya (netral), maka wajib didatangkan berita yang kosong dari berbagai macam penegasan (Taukid).

Syarah Modern

Bait ini menutup kaidah standar penyampaian berita. Jika lawan bicara bersifat netral atau tidak tahu sama sekali (Khali adz-Dzihn), maka secara hukum asal (Hatm), kita tidak boleh memberikan beban penegasan pada kalimat tersebut. Menggunakan taukid kepada orang yang sudah percaya atau netral dianggap berlebihan dan tidak baligh (tidak sesuai situasi).

Poin Kunci

1
Haram/Dilarang Taukid untuk Khali adz-Dzihn
2
Khabar Ibtida’i
3
Keaslian Informasi

Kosakata Penting

Kholiyyidz-Dzihni
Pikiran yang kosong/netral
Ḥatman
Pasti/Harus (dalam konteks ini: harus tanpa taukid)
Khālī
Kosong/Bebas
Syattā
Bermacam-macam

Contoh Aplikatif

Contoh

Zaidun Qa`imun
(Zaid berdiri) - Tanpa kata sesungguhnya, tanpa sumpah, karena pendengar netral.

Latihan Pemahaman - Fasal 20

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete