Fasal 196 dari 50
FASAL 196 Anwā‘ al-Ithnāb

وَمِنْهُ اِعْتِرَاضٌ اَنْ يُؤْتَى بَيْنَ ۞ جُمْلَتَيْنِ بِمَا لَهُ مَعْنًى يُبَيَّنْ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَمِنْهُ اِعْتِرَاضٌ اَنْ يُؤْتَى بَيْنَ ۞ جُمْلَتَيْنِ بِمَا لَهُ مَعْنًى يُبَيَّنْ

Bacaan Latin

Wa minhu-‘tirādhun an yu-tā baina ۞ jumlataini bimā lahu ma‘nany-yubayyan

Terjemah Literal

Dan di antaranya adalah I’tiradh, yaitu mendatangkan (kalimat) di antara dua kalimat (atau bagian kalimat) yang memiliki makna penjelas.

Syarah Modern

I’tiradh adalah teknik "Interupsi Indah". Kamu menyisipkan satu kalimat di tengah-tengah kalimat utama. Sisipan ini biasanya berupa doa, pujian, atau peringatan. Secara gramatika tidak merubah struktur, tapi secara rasa, ini memberikan kedalaman emosional.

Poin Kunci

1
I’tiradh
2
Parenthesis
3
Sisipan Doa

Kosakata Penting

Baina
Di antara
Jumlataini
Dua kalimat

Contoh Aplikatif

Contoh

Guruku—semoga Allah merahmatinya—telah mengajarkanku banyak hal. Kalimat dalam tanda pisah adalah I’tiradh.

Latihan Pemahaman - Fasal 196

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete