Fasal 18 dari 50
FASAL 18 Keadaan Pendengar (Aḥwāl al-Mukhāṭab)

بِحَسَبِ الِاسْتِقْرَا لَدَى الْإِنْكَارِ ۞ أَوْ شَكٍّ اوْ خَلَاءٍ اضْطِرَارِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

بِحَسَبِ الِاسْتِقْرَا لَدَى الْإِنْكَارِ ۞ أَوْ شَكٍّ اوْ خَلَاءٍ اضْطِرَارِي

Bacaan Latin

Bi-ḥasabi-listiqrā ladal inkāri ۞ aw syakkin aw khalā-in idh-tirārī

Terjemah Literal

Berdasarkan penelitian (para ahli), di hadapan (pendengar yang) mengingkari, atau ragu-ragu, atau yang kosong (pikirannya), hal itu (penyesuaian kalimat) adalah sebuah keharusan.

Syarah Modern

Bait ini menjelaskan tiga kondisi mental lawan bicara (Mukhāṭab): 1. **Khalī adz-Dzihn** (Pikiran Kosong): Orang yang belum tahu informasi sama sekali dan tidak punya prasangka. 2. **Syākk** (Ragu-ragu): Orang yang sudah tahu tapi masih bimbang kebenarannya. 3. **Munkir** (Mengingkari): Orang yang sudah punya keyakinan sebaliknya atau menolak informasi tersebut. Gaya bahasa kita harus berubah sesuai tingkat "resistensi" mereka.

Poin Kunci

1
Tiga Kondisi Mukhāṭab
2
Pentingnya Istiqra (Observasi)
3
Adaptasi Strategi Komunikasi

Kosakata Penting

Al-Istiqrā
Penelitian/Observasi menyeluruh
Al-Inkār
Penolakan/Pengingkaran
Syakk
Ragu-ragu
Khalā
Kosong (netral)

Contoh Aplikatif

Klasifikasi

Kondisi 1: Netral
(Ibtida'i), Kondisi 2: Ragu (Thalabi), Kondisi 3: Menolak (Inkari).

Latihan Pemahaman - Fasal 18

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete