Fasal 158 dari 50
FASAL 158 As-Sariqāt al-Adabiyyah

وَمِنْهُ سَرِقَاتٌ لِمَا قَدْ سَبَقَا ۞ مِنْ مَعْنًى أَوْ لَفْظٍ لِمَنْ قَدْ نَطَقَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَمِنْهُ سَرِقَاتٌ لِمَا قَدْ سَبَقَا ۞ مِنْ مَعْنًى أَوْ لَفْظٍ لِمَنْ قَدْ نَطَقَا

Bacaan Latin

Wa minhu sariqātun limā qad sabaqā ۞ min ma‘nan aw lafzhing-liman qad naṭhaqā

Terjemah Literal

Dan di antaranya (bahasan Badi') adalah tentang pencurian (ide/kata) yang telah ada sebelumnya, baik berupa makna atau lafadz dari orang yang mengucapkannya.

Syarah Modern

Kita masuk ke bab etika sastra: **Sariqāt**. Ini membahas tentang mengambil karya orang lain. Syaikh al-Akhdari menjelaskan bahwa pencurian bisa terjadi pada dua hal: **Makna** (ide/konsep) atau **Lafadz** (susunan kata persis).

Poin Kunci

1
Sariqat
2
Plagiarisme Sastra
3
Etika Karya

Kosakata Penting

Sariqātun
Pencurian
Sabaqā
Terdahulu
Naṭhaqā
Berucap/Berbicara

Contoh Aplikatif

Insight

Dunia kreatif itu sempit, bab ini mengajarkan kita bagaimana menghargai orisinalitas.

Latihan Pemahaman - Fasal 158

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete