Fasal 123 dari 50
FASAL 123 Al-Istikhdām

اِسْتِخْدَامٌ اِطْلَاقُ لَفْظٍ مَعْنًى ۞ وَبِالضَّمِيْرِ غَيْرَهُ قَدْ يُعْنَى Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

اِسْتِخْدَامٌ اِطْلَاقُ لَفْظٍ مَعْنًى ۞ وَبِالضَّمِيْرِ غَيْرَهُ قَدْ يُعْنَى

Bacaan Latin

Istikhdāmun ithlāqu lafzhan ma‘nan ۞ wa bidhdhamīri ghairahu qad yu‘nā

Terjemah Literal

Istikhdam adalah mengucapkan lafadz dengan satu makna, namun kata gantinya (dhomir) merujuk pada makna lain dari kata tersebut.

Syarah Modern

Teknik ini mirip Tawriyah tapi menggunakan kata ganti. Kata pertamanya punya dua arti, lalu dhomir (dia/nya) setelahnya merujuk ke arti yang kedua. Ini membuat pembaca harus mikir cepat untuk menyambungkan logikanya.

Poin Kunci

1
Istikhdam
2
Manipulasi Dhomir
3
Kecerdasan Bahasa

Kosakata Penting

Ithlāqu
Penyebutan
Dhdhamīri
Kata ganti
Yu‘nā
Dimaksudkan

Contoh Aplikatif

Contoh

Hujan turun ke bumi, lalu kita menggembalakannya. Kata 'Hujan' punya arti air dan rumput. Dhomir 'nya' merujuk ke rumput
(karena air tidak bisa digembala).

Latihan Pemahaman - Fasal 123

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete