Fasal 122 dari 50
FASAL 122 Ḥusnut Ta‘līl

حُسْنُ تَعْلِيْلٍ بِأَنْ لَا يُذْكَرَا ۞ عِلَّتُهُ الْمَعْرُوْفَةُ بَلْ يُبْتَرَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

حُسْنُ تَعْلِيْلٍ بِأَنْ لَا يُذْكَرَا ۞ عِلَّتُهُ الْمَعْرُوْفَةُ بَلْ يُبْتَرَا

Bacaan Latin

Ḥusnu ta‘līlin bi-an lā yudzkara ۞ ‘illatuhul ma‘rūfatu bal yubtarā

Terjemah Literal

Husnut Ta’lil adalah dengan tidak menyebutkan alasan (suatu fenomena) yang sudah diketahui secara umum, melainkan (membuat alasan baru) yang unik.

Syarah Modern

Ini adalah teknik "Ngeles secara puitis". Penyair mengingkari hukum alam/logika asli, lalu menciptakan alasan baru yang sesuai dengan perasaan atau pujiannya. Misalnya: "Hujan turun bukan karena siklus awan, tapi karena langit menangis melihat kepergianmu."

Poin Kunci

1
Husnut Ta’lil
2
Alasan Imajinatif
3
Sastra Kreatif

Kosakata Penting

Ḥusnu
Keindahan
Ta‘līlin
Pemberian alasan
‘Illatuhul
Sebabnya/Alasannya

Contoh Aplikatif

Contoh

Bunga itu menunduk bukan karena layu, tapi karena malu melihat kecantikanmu.

Latihan Pemahaman - Fasal 122

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete