Fasal 68 dari 50
FASAL 68 An-Nahyu (Larangan)

وَالنَّهْيُ كَالْأَمْرِ بِإِسْتِعْلَا طَلَبْ ۞ تَرْكٍ وَفِي الْمَجَازِ مِثْلُهُ نُسِبْ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَالنَّهْيُ كَالْأَمْرِ بِإِسْتِعْلَا طَلَبْ ۞ تَرْكٍ وَفِي الْمَجَازِ مِثْلُهُ نُسِبْ

Bacaan Latin

Wan-nahyu kal amri bisti‘lā thalab ۞ tarkin wa fīl majāzi mitsluhu nusib

Terjemah Literal

Dan Nahi (larangan) itu seperti Amr (perintah), yaitu tuntutan untuk meninggalkan (pekerjaan) dengan posisi lebih tinggi. Dan dalam makna majaz, ia disandarkan pada hal yang serupa (dengan Amr).

Syarah Modern

Nahi adalah kebalikan dari Amr. Jika Amr meminta "Lakukan!", maka Nahi meminta "Tinggalkan!". Syarat aslinya sama: harus dari atasan ke bawahan (*Isti’la*). Begitu juga dalam majaz, ia bisa bermakna doa, ancaman, atau bimbingan (irsyad).

Poin Kunci

1
Definisi Nahi
2
Tarku al-Fi’li (Meninggalkan)
3
Nahi Majazi

Kosakata Penting

Tarkin
Meninggalkan
Nusib
Disandarkan/Dinisbatkan

Contoh Aplikatif

Contoh

Lā takhaf
(Jangan takut) - Secara harfiah larangan, tapi secara majaz bermakna menenangkan (i’nas).

Latihan Pemahaman - Fasal 68

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete