Fasal 62 dari 50
FASAL 62 Bāb al-Insyā’

ثُمَّ الْإِنْشَا مَا لَا يَحْتَمِلُ ۞ صِدْقًا وَلَا كَذِبًا وَمَا جَمُلُ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

ثُمَّ الْإِنْشَا مَا لَا يَحْتَمِلُ ۞ صِدْقًا وَلَا كَذِبًا وَمَا جَمُلُ

Bacaan Latin

Tsummal insyā’ mā lā yaḥtamilu ۞ shidqan wa lā kadziban wa mā jamulu

Terjemah Literal

Kemudian Insya’ adalah (kalimat) yang tidak mengandung kemungkinan benar atau dusta, dan ia adalah (gaya bahasa) yang indah.

Syarah Modern

Kita pindah ke bab besar kedua: **Insyā’**. Berbeda dengan *Khabar* (berita) yang bisa dinilai benar atau salah, Insya’ adalah kalimat yang isinya "tindakan" atau "harapan" (seperti perintah, larangan, doa) sehingga tidak bisa disebut bohong atau jujur.

Poin Kunci

1
Definisi Insya’
2
Perbedaan Khabar dan Insya’
3
Estetika Insya’

Kosakata Penting

Insyā’
Kalimat non-berita/konstruktif
Yaḥtamilu
Mengandung kemungkinan
Shidqan
Benar
Kadziban
Dusta

Contoh Aplikatif

Contoh

Pukulah!
(Amr), Jangan pergi! (Nahi). Tidak bisa dijawab 'kamu bohong', karena itu adalah tuntutan, bukan berita.

Latihan Pemahaman - Fasal 62

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete