Fasal 60 dari 50
FASAL 60 Qashr Ḥaqīqī wa Iḍhāfī

وَانْقَسَمَا لِلْحَقِيقِي وَالْإِضَافِي ۞ كَمَا انْقَسَمَا لِلتَّنْبِيهِ وَالْخِلَافِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَانْقَسَمَا لِلْحَقِيقِي وَالْإِضَافِي ۞ كَمَا انْقَسَمَا لِلتَّنْبِيهِ وَالْخِلَافِ

Bacaan Latin

Wanqasamā lil ḥaqīqī wal iḍhāfī ۞ kamān-qasamā lit-tanbīhi wal khilāfi

Terjemah Literal

Dan keduanya terbagi menjadi Haqiqi dan Idhafi, sebagaimana keduanya juga terbagi untuk peringatan (tanbih) dan perselisihan (khilaf).

Syarah Modern

Qashr juga dibagi berdasarkan realitanya: 1. **Haqiqi**: Pembatasan yang sesuai fakta mutlak (Allah itu Esa). 2. **Idhafi**: Pembatasan yang bersifat relatif terhadap sesuatu (Zaid hanya penyair, maksudnya jika dibandingkan dengan anggapan orang bahwa dia pelari, padahal mungkin dia punya sifat lain).

Poin Kunci

1
Qashr Haqiqi (Mutlak)
2
Qashr Idhafi (Relatif)
3
Fungsi Tanbih & Khilaf

Kosakata Penting

Ḥaqīqī
Nyata/Mutlak
Iḍhāfī
Sandaran/Relatif

Contoh Aplikatif

Contoh Idhafi

Innamā Zaidun Qā-im
(Hanyasanya Zaid itu berdiri) - Maksudnya dia berdiri, bukan duduk. Ini relatif terhadap situasi.

Latihan Pemahaman - Fasal 60

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete