Fasal 258 dari 50
FASAL 258 Ziyādah al-Khātimah

وَمَنْ رَأَى عَيْباً فَلَا يَشْتَمُ ۞ وَلْيُصْلِحِ الْخَطَأَ إِذْ يَعْلَمُ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَمَنْ رَأَى عَيْباً فَلَا يَشْتَمُ ۞ وَلْيُصْلِحِ الْخَطَأَ إِذْ يَعْلَمُ

Bacaan Latin

Wa man ra-ā ‘aiban falā yasytamu ۞ wal-yushliḥil khatha-a idz ya‘lamu

Terjemah Literal

Barangsiapa melihat aib (kesalahan), maka janganlah ia mencaci; dan hendaklah ia memperbaiki kesalahan itu jika ia tahu.

Syarah Modern

Etika kritik dalam Islam. Jika kamu menemukan kesalahan dalam sebuah karya, tugasmu adalah memperbaikinya secara ilmiah, bukan mencaci maki pembuatnya. Penulis membuka pintu kolaborasi bagi para ahli lainnya.

Poin Kunci

1
Etika Kritik
2
Islah
3
Anti-Bullying

Kosakata Penting

‘Aiban
Cacat/Aib
Yasytamu
Mencaci/Menghina

Contoh Aplikatif

Insight

Kritik yang membangun adalah kritik yang memberikan solusi, bukan sekadar menjatuhkan.

Latihan Pemahaman - Fasal 258

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete