Fasal 243 dari 50
FASAL 243 Transisi: Al-Hamdu

ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدُ وَالسَّلَامُ ۞ عَلَى الَّذِي بِهِ انْتَهَى الْكَلَامُ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدُ وَالسَّلَامُ ۞ عَلَى الَّذِي بِهِ انْتَهَى الْكَلَامُ

Bacaan Latin

Tsummash-shalātu ba‘du was-salāmu ۞ ‘alalladzī bihin-tahal kalāmu

Terjemah Literal

Kemudian shalawat serta salam setelah itu (tercurah) kepada sosok yang dengannya pembicaraan ini berakhir (sampai pada puncaknya).

Syarah Modern

Syaikh al-Akhdari mulai menutup bagian wasiat dan masuk ke bagian puji-pujian (Madah). Beliau merujuk pada Nabi Muhammad SAW sebagai puncak dari segala keindahan bahasa dan kebenaran ucapan.

Poin Kunci

1
Shalawat
2
Puncak Kalam
3
Nabi Muhammad SAW

Kosakata Penting

Antahā
Berakhir/Sampai puncak
Al-Kalāmu
Ucapan/Pembicaraan

Contoh Aplikatif

Insight

Tidak ada contoh Balaghah yang lebih sempurna daripada sabda-sabda Nabi SAW.

Latihan Pemahaman - Fasal 243

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete