Fasal 226 dari 50
FASAL 226 Khātimah (Wasiat)

وَنَسْتَمِيْحُ اللهَ فِي الْقَبُولِ ۞ وَفِي التَّجَاوُزِ عَنِ الْفُضُولِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَنَسْتَمِيْحُ اللهَ فِي الْقَبُولِ ۞ وَفِي التَّجَاوُزِ عَنِ الْفُضُولِ

Bacaan Latin

Wa nastamīḥullāha fīl qabūli ۞ wa fīt-tajāwuzi ‘anil fudhūli

Terjemah Literal

Dan kami memohon kepada Allah agar (kitab ini) diterima, dan agar dimaafkan dari hal-hal yang berlebihan.

Syarah Modern

Di sini aroma tasawuf mulai muncul. Penulis menunjukkan sifat "Fana" (tiada daya) dengan memohon penerimaan (Qabul) dari Allah. Beliau sadar bahwa keindahan bahasa bisa menjebak orang pada kesombongan (Fudhul), maka beliau minta perlindungan.

Poin Kunci

1
Tawadhu
2
Qabul
3
Anti-Fudhul

Kosakata Penting

Nastamīḥu
Memohon/Meminta
Al-Fudhūli
Berlebihan/Sia-sia

Contoh Aplikatif

Insight

Karya sehebat apapun tidak berguna jika tidak diterima oleh Sang Pemilik Ilmu.

Latihan Pemahaman - Fasal 226

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete