Fasal 188 dari 50
FASAL 188 Anwā‘ al-Ithnāb

ذِكْرُ الْخُصُوصِ بَعْدَ مَا عَمَّ وَذَا ۞ لِفَضْلِهِ مِمَّا بِهِ اسْتُرْشِذَا Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

ذِكْرُ الْخُصُوصِ بَعْدَ مَا عَمَّ وَذَا ۞ لِفَضْلِهِ مِمَّا بِهِ اسْتُرْشِذَا

Bacaan Latin

Dzikrul khushūshi ba‘da mā ‘amma wa dzā ۞ lifadhlihi mimmā bihi-stursyidā

Terjemah Literal

Menyebutkan yang khusus setelah yang umum, hal itu dilakukan untuk menunjukkan keutamaannya sebagaimana petunjuk yang ada.

Syarah Modern

Kapan kita boleh berpanjang lebar (Ithnab)? Salah satunya saat kita menyebutkan satu hal spesifik setelah menyebutkan hal umumnya. Ini tujuannya untuk memberi "highlight" atau lampu sorot pada hal khusus tersebut karena saking pentingnya.

Poin Kunci

1
Ithnab
2
Highlighting
3
Spesialisasi

Kosakata Penting

Al-Khushūshi
Yang khusus
‘Amma
Yang umum

Contoh Aplikatif

Contoh Al-Quran

Jagalah shalat-shalatmu
(umum), dan shalat wustha (khusus). Disebut lagi shalat wustha agar kita tahu itu paling penting.

Latihan Pemahaman - Fasal 188

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete