Fasal 177 dari 50
FASAL 177 Kamāl al-Ittishāl: Takīd

أَوْ كَانَ تَأْكِيْدًا لَهَا فَالْفَصْلُ فِى ۞ كُلِّ الَّذِى ذُكِرَ حَتْمٌ فَاعْرِفِ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

أَوْ كَانَ تَأْكِيْدًا لَهَا فَالْفَصْلُ فِى ۞ كُلِّ الَّذِى ذُكِرَ حَتْمٌ فَاعْرِفِ

Bacaan Latin

Aw kāna takīdāl-lahā fal fashlu fī ۞ kullil-ladzī dzukira ḥatmun fa‘rifi

Terjemah Literal

Atau jika kalimat kedua adalah penguat (takid) bagi kalimat pertama. Maka Fashl pada semua yang disebutkan itu adalah sebuah keharusan, maka ketahuilah.

Syarah Modern

Kondisi kedua wajib Fashl: Jika kalimat kedua adalah repetisi atau penekanan makna dari kalimat pertama. Menggunakan kata sambung "dan" akan membuat penekanan tersebut kehilangan kekuatannya (impact-nya).

Poin Kunci

1
Wajib Fashl
2
Takid
3
Emphasis

Kosakata Penting

Takīdān
Penguat/Penegas
Ḥatmun
Wajib/Pasti

Contoh Aplikatif

Contoh

Jangan lakukan itu! Itu berbahaya!
(Tanpa 'dan', peringatan terasa lebih mencekam).

Latihan Pemahaman - Fasal 177

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete