Fasal 140 dari 50
FASAL 140 As-Saj‘u

وَالسَّجْعُ فِي نَثْرٍ كَقَافِيَةٍ فِي ۞ شِعْرٍ وَفِي الْقُرْآنِ ذَا لَا يَخْتَفِي Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

وَالسَّجْعُ فِي نَثْرٍ كَقَافِيَةٍ فِي ۞ شِعْرٍ وَفِي الْقُرْآنِ ذَا لَا يَخْتَفِي

Bacaan Latin

Was-saj‘u fī natsrin kaqāfiyatin fī ۞ syi‘rin wa fīl qur-āni dzā lā yakhtafī

Terjemah Literal

Sajak dalam prosa itu ibarat qafiyah (rima) dalam puisi. Dan dalam Al-Qur'an, hal ini tidaklah tersembunyi (sangat jelas).

Syarah Modern

Sajak adalah kesamaan huruf akhir pada setiap potongan kalimat. Ini yang bikin doa-doa atau ayat Al-Qur'an terdengar sangat ritmis dan mudah dihafal. Di dalam puisi namanya Qafiyah, di dalam prosa namanya Sajak.

Poin Kunci

1
Sajak
2
Rima Prosa
3
Ritme Bahasa

Kosakata Penting

Natsrin
Prosa/Kalimat bebas
Qāfiyatin
Rima akhir puisi
Lā yakhtafī
Tidak samar/Jelas

Contoh Aplikatif

Contoh

Wal-’ādiyāti dhab-ḥā, fal-mūriyāti qad-ḥā. Akhiran 'ḥā' yang berulang itulah Sajak.

Latihan Pemahaman - Fasal 140

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete