Fasal 109 dari 50
FASAL 109 Al-Majāz at-Tamtsīlī

إِنْ كَانَ تَرْكِيْبًا وَمِنْهُ مَا شَهَرْ ۞ أَمْثَالُهُمْ بِهَا لِكُلِّ مَا بَهَرْ Matan Jauhar Maknun

Teks Arab

إِنْ كَانَ تَرْكِيْبًا وَمِنْهُ مَا شَهَرْ ۞ أَمْثَالُهُمْ بِهَا لِكُلِّ مَا بَهَرْ

Bacaan Latin

In kāna tarkīban wa minhu mā syahar ۞ amtsāluhum bihā likulli mā bahar

Terjemah Literal

Jika (majaz) itu berbentuk rangkaian kata (murakkab), dan di antaranya ada yang populer sebagai peribahasa (amtsal) bagi setiap hal yang mengagumkan.

Syarah Modern

**Majaz Tamtsili** adalah ketika satu rangkaian kalimat digunakan untuk menggambarkan situasi yang mirip dengan situasi aslinya. Inilah tempatnya peribahasa. Kita tidak menggunakan kata per kata secara kiasan, tapi "seluruh situasi" kalimat itu adalah kiasan.

Poin Kunci

1
Majaz Tamtsili
2
Peribahasa (Amtsal)
3
Kiasan Situasional

Kosakata Penting

Tarkīban
Tersusun/Rangkaian
Syahar
Populer/Masyhur
Amtsāluhum
Peribahasa mereka

Contoh Aplikatif

Contoh

Kamu melangkah satu kaki ke depan dan satu kaki ke belakang.
(Artinya: Kamu sedang ragu-ragu).

Latihan Pemahaman - Fasal 109

0 Soal Tersedia

Belum Ada Latihan

Soal latihan untuk fasal ini sedang dalam pengembangan.

Mark as Complete